
Damunews | Banda Aceh, 12 Januari 2026 – Pembina Dayah Darul Muta’allimin sekaligus Penasehat Tertinggi Mufti Kamboja, Prof. Dr. H. Syamsuar, M.Ag., menyambut langsung kedatangan enam mahasiswa asal Kamboja yang akan melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Malikussaleh (Unimal), Lhokseumawe. Prosesi penyambutan berlangsung di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Banda Aceh, pada Senin (12/1/2026), dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan.
Kedatangan para mahasiswa tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kerja sama pendidikan antarbangsa, khususnya antara Aceh dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Prof. Syamsuar hadir didampingi oleh Ketua Senat STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr. Muhajir Al-Fairusy, sebagai bentuk dukungan kelembagaan terhadap pengembangan jejaring pendidikan internasional.

Turut hadir dalam penyambutan tersebut perwakilan dari Universitas Malikussaleh, yakni Dr. Kurnia, serta Farhan, mahasiswa Fakultas Kedokteran Unimal. Kehadiran civitas akademika Unimal menunjukkan komitmen kampus dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik kepada mahasiswa internasional yang akan menempuh studi di Aceh.
Usai prosesi penyambutan di bandara, para mahasiswa asal Kamboja dijamu dengan kuliner khas Aceh, seperti Mie Aceh dan Kopi Aceh, di kawasan Lambaro, Aceh Besar. Jamuan tersebut merupakan bagian dari tradisi masyarakat Aceh dalam memuliakan tamu, sekaligus menjadi sarana pengenalan budaya dan kekayaan kuliner daerah kepada para mahasiswa asing.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Syamsuar menyampaikan bahwa Aceh merupakan wilayah yang terbuka bagi pelajar internasional, khususnya dari negara-negara Asia Tenggara. Ia menegaskan bahwa Aceh tidak hanya menawarkan pendidikan formal, tetapi juga lingkungan religius dan budaya yang kuat sebagai bekal pembentukan karakter generasi muda.
“Aceh adalah ruang belajar yang terbuka. Kami berharap mahasiswa internasional dapat fokus menuntut ilmu, sekaligus menyerap nilai-nilai budaya Aceh yang baik selama berada di sini,” ujar Prof. Syamsuar.
Lebih lanjut, Prof. Syamsuar yang akrab disapa Abi Syamsuar menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi intensif dengan Mufti Pusat Kamboja. Hal ini dilakukan guna memastikan para mahasiswa asal negeri Champa tersebut merasa aman, nyaman, serta mendapatkan pendampingan dan fasilitas yang memadai selama menempuh pendidikan di Aceh.

Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun akademik ini, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh menerima sejumlah mahasiswa dari luar negeri, termasuk dari Kamboja. Hal tersebut menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan internasional terhadap lembaga pendidikan di Aceh, baik di bawah naungan perguruan tinggi maupun dayah.
Sementara itu, keenam mahasiswa asal Kamboja mengaku bahagia dan terkesan dengan pengalaman pertama mereka menginjakkan kaki di Tanah Rencong. Suasana religius, lantunan azan yang terdengar di berbagai sudut kota, serta kehangatan masyarakat Aceh memberikan kesan mendalam sejak awal kedatangan mereka.
Kehadiran mahasiswa Kamboja ini diharapkan tidak hanya memperkuat jejaring pendidikan internasional, tetapi juga semakin menegaskan peran Aceh sebagai pusat pembelajaran Islam dan budaya di kawasan Asia Tenggara. Dayah Darul Muta’allimin, bersama perguruan tinggi mitra, terus berkomitmen mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang inklusif, berdaya saing, dan berwawasan global.
Informasi lebih lanjut:
Muhammad
Humas Dayah Darul Mutaallimin
Email: humas@darulmutaallimin.ponpes.id
Whatsapp: +62 82277485295

